Jumat, 09 November 2012
Resiko Menjelajahi Alam Liar dan Cara Mengatasinya
Menghabiskan liburan dengan berkemah di alam liar memang luar biasa. Anda bisa bersantai sambil melihat pemandangan alam dan mendengarkan suara yang bebas stres. Tapi ada beberapa hal yang perlu anda perhitungkan karena bagaimanapun berkemah tetap memiliki resiko. Setidaknya jika semua berjalan tidak sesuai rencana, anda tahu bagaimana caranya bertahan hidup. Berikut adalah beberapa resiko yang mungkin timbul.
1. Sengatan dan gigitan serangga
Lebah dan tawon mungkin tidak seberapa mengancam dibandingkan harimau atau anjing hutan jika dilihat dari segi ukuran, namun bisa saja mereka lebih mematikan. Harimau akan sangat mudah terlihat dan mungkin bisa anda hindari, namun lebah bisa sangat kecil dan tiba-tiba menyengat anda. Seseorang yang memiliki alergi sengatan lebah bisa berakhir dengan fatal dan mengerikan. Selain itu beberapa serangga juga menularkan penyakit. Seperi nyamuk Anoples sp. yang menularkan malaria. Untuk itu ada hal yang harus dilakukan, yakni jangan berkemah sendirian. Berkemahlah dalam suatu grup atau setidaknya berdua. Anda juga dapat menyiapkan obat anti alergi dan anti malaria. Di alam liar, persiapan itu bisa membedakan antara hidup dan mati.
Harimau yang anda temui tidak akan seperti ini.
2. Serangan hewan buas
Ketika anda berada di alam liar, anda pasti berhadapan dengan penghuninya. Hal ini bisa berarti segala sesuatu dari mulai tupai, monyet hingga harimau. Tupai mungkin tidak terlalu buruk, tapi harimau? Pasti terdengar buruk. Secara umum, melawan dengan keras hewan yang anda temui adalah cara putus asa terbaik. Hewan yang berburu mangsa pada umumnya memilih yang tidak terlalu agresif. Namun tindakan pencegahan yang perlu dilakukan adalah anda harus mempelajari dahulu siapa penghuni di wilayah tersebut sebelum anda datang ke sana. Jangan sembarangan mendirikan perkemahan, periksa terlebih dahulu apakah terlalu dekat dengan sarang binatang buas. Pastikan anda berkemah di tempat yang terbuka dan jauh dari semak. Selain itu pastikan anda menghidupkan api karena hewan pada umumnya takut api.
3. Bencana alam
Mungkin ini adalah hal yang paling “liar” di alam, dimana bencana dapat datang kapan saja. Respon anda terhadap bencana alam tentu saja harus sesuai dengan keadaan yang anda hadapi. Jika terjadi gempa, pastikan anda berlari ke tempat terbuka yang cukup luas sehingga terhindar dari pohon tumbang. Jika terjadi badai disertai petir, pastikan anda berpindah pada daerah yang terlindungi. Dalam hujan deras, perhatikan kemungkinan tanah longsor. Sedangkan ketika ada kebakaran hutan, larilah secepat mungkin untuk keluar dari situ. Tidak ada hal yang bisa dilakukan untuk melawan api.
4. Cedera ringan dan sedang
Meskipun alam liar indah dan menyenangkan, namun masalah itu pasti tetap ada. Kecelakaan bisa saja terjadi. Anda mungkin bisa terjatuh karena medan yang tidak rata atau rintangan yang tersembunyi. Untuk itu seperti saran yang pertama, jangan pernah berkemah sendirian, lebih baik dalam grup atau minimal berdua. Selain itu siapkan pula perban, antiseptik, dan alat-alat pertolongan pertama lainnya. Persiapan yang baik dapat membantu anda menghadapi hal ini.
5. Tersesat di alam liar
Jadi, mau kemana?
Hal ini terkadang bisa terjadi, bahkan seorang pecinta alam terbaik sekalipun. Anda berjalan-jalan, bergerak melewati bukit demi bukit, pohon demi pohon dan sangat yakin ingat jalan pulang. Namun kemudian anda menyadari bahwa ternyata jalan yang anda lalui pulang berbeda dengan jalan yang anda lalui sebelumnya. Sudah hampir malam dan anda tidak tahu berada dimana. Tak perlu panik, anda pasti bisa bertahan. Jangan lanjutkan perjalanan, buatlah kemah seadanya di suatu tempat dan hidupkan api dan beristirahatlah. Oleh karena itu sebagai pencegahan, jangan lupakan kompas dan peta. Minimal kompas bisa menyelamatkan hidup anda untuk mencari arah. Jika tidak, pada siang hari anda bisa menggunakan matahari sebagai penunjuk arah.
Demikian adalah beberapa resiko di alam liar yang dapat saya rangkum dari pengalaman pribadi dan pengalaman teman-teman sesama pecinta alam. Semoga hal ini dapat membantu anda, terutama yang berniat berlibur di alam liar. Ada yang ingin menambahkan? Silahkan tambahkan melalui form komentar yang ada.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar